Search

Wisata Religi di Medan

Updated: Jun 22, 2021

Kota Medan adalah kota multikultural yang ramah bagi beragam etnik dan agama. Kerukunan umat beragama di kota ini terjaga cukup harmonis. Di Kota Medan ini kamu akan menemukan ragam destinasi religi yang menawarkan keindahan objek bangunan peribadatan.


Dimana saja, ya? Yuk kita lihat!


1. Masjid Raya Al-Mahsun



Masjid ini dibangun tahun 1906 dan menjadi saksi sejarah kehebatan suku Melayu sang pemilik dari Kesultanan Deli.


Sama seperti masjid-masjid bersejarah di Indonesia, Masjid Raya Al-Mashun ini memiliki sejarah dan keunikan pada arsitekturnya. Dapat dilihat dari arsitekturnya yang bergaya khas Timur Tengah, India dan Spanyol. Perpaduan desain masjid yang unik terlihat jelas lewat keanekaragaman budaya yang mempengaruhi bentuk bangunannya.


Tak heran mengapa banyak wisata yang datang untuk berkunjung, baik itu untuk beribadah ataupun sekedar melihat keunikan bangunannya. Lokasi Masjid Raya Al-Mahsun ini berada di Jalan Sisingamangaraja No. 61, Medan Kota.


2. GPIB (Gereja Protestan Indonesia Barat) Immanuel Medan



Gereja tertua ini dibangun sejak tahun 1921 dan selalu menjadi perhatian setiap Natal dan Tahun Baru di Medan. Bentuk dari GPIB Immanuel ini berbeda dengan kebanyakan gereja di Medan. Arsitekturnya bergaya renaisans seperti beberapa bangunan tua lain di Kota Medan. Pintu depan terbuat dari kayu tampak kokoh dan di atasnya menjulang menara berkubah.


Hingga saat ini, GPIB Immanuel Medan ini mampu menampung sekitar 500 orang Umat Kristiani dan masih aktif melaksanakan kebaktian. Lokasi GPIB Immanuel Medan ini berada di Jalan Pangeran Diponegoro No. 25-27, Kota Medan.


3. Graha Maria Annai Velangkanni



Jika dilihat sekilas, bangunan ini terlihat seperti bangunan kuil yang berasal dari negara India. Namun, Graha Maria Annai Velangkanni ini merupakan rumah ibadah untuk umat Katolik. Gereja ini memiliki bangunan dua tingkat yang terdiri dari tempat pertemuan di lantai dasar dan tempat ibadah di lantai pertama, sementara menara di atasnya terdiri dari tujuh lantai yang memiliki labang bahwa di surga terdapat tempat untuk semua orang.


Menara ini sendiri merupakan perwakilan Raja Gopuram (kubah raja) dalam arsitektur Hindu. Diatasnya juga terdapat tiga kubah yang bergaya arsitektur Mughal yang merupakan lambang Tritunggal.


Lokasi Graha Maria Annai Velangkanni berada di Jalan Sakura III No. 7-10, Tanjung Selamat, Medan.


4. Kuil Shri Mariamman



Bangunan ini merupakan kuil Hindu tertua di Sumatera Utara yang dibangun pada tahun 1881 sebagai memuja dewi Mariamman. Kuil Shri Marimman yang menstanakan lima dewa itu dikelola oleh salah seorang keluarga pemilik perusahaan besar Texmaco. Pintu gerbang dari kuil ini dihiasi sebuah gopuram yang merupakan menara bertingkat dan biasanya ditemukan di gerbang kuil Hindu India Selatan.


Letak kuil ini berada di Kampung Madras yang ramai ditempati oleh masyarakat India Tamil. Selain itu, Kuil Shri Mariamman ini terletak di tengah kota yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung.


Tak jarang kuil ini sering dipadati umat Hindu saat festival Deepawali dan Thaipusam yang diadakan di sini. Lokasi Kuil Shri Mariamman berada di Jalan Teuku Umar No. 18, Medan Petisah.


5. Vihara Maitreya



Vihara yang didirikan sejak tahun 1991 ini memiliki luas 4,5 hektar dan menjadi vihara terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Walaupun sudah dibangun lama, Vihara Maitreya ini baru diresmikan pada tahun 2008 dan sangat terkenal dan populer. Nama Vihara Maitreya diambil dalam nama Buddha Maitreya yang ditinggikan karena ajarannya tentang cinta kasih semesta kepada umat Buddha.


Total gedung vihara ini bisa menampung sekitar 6.000 orang. Dilengkapi dengan fasilitas taman bermain anak-anak, toko souvenir, restoran, bahkan di setiap gedungnya terdapat wisma yang di dalamnya terdapat ruang perkantoran, ruang rapat, studio rekaman dan dapur umum. Uniknya, Jofiers juga akan menemukan pemandangan yang tidak biasa, yaitu taman burung bangau.


Lokasi Vihara Maitreya ini berada di Komplek Perumahan Cemara Asri No. 8, Jalan Cemara Asri Boulevard Raya, Medan.


6. Masjid Al-Osmani



Masjid yang dibangun pada tahun 1854 ini diprakarsai oleh Raja Deli ketujuh, Sultan Osman Perkasa Alam dan menjadi masjid tertua di Kota Medan. Gaya arsitekturnya, masjid ini diambil dari paduan gaya beberapa negara. Warna bangunan Masjid Al-Osmani ini didominasi dengan warna kuning. Yang mana menjadi ciri khas suku Melayu dan warna hijau yang menjadi filosofi nilai keislaman.


Diketahui bahan material pembangunan masjid ini berasa dari Eropa dan Persia. Sementara rancangan pintu masjidnya berornamen China dan bangunannya bernuansa India.


Lokasi Masjid Al-Osmani ini berada di Jalan Kol. Yos Sudarso, Km. 19,5, Labuhan, Kota Medan.


7. Vihara Gunung Timur Sakti



Bangunan ini merupakan Klenteng Tionghoa (Taoisme) di Kota Medan yang memiliki luas tanah sekitar 5.000 meter kubik. Klenteng yang didirikan pada tahun 1957 ini dibangun oleh arsitektur China dan termasuk salah satu bangunan tua di Kota Medan.


Awalnya bangunan Vihara ini sangat sederhana, dari kayu dengan beratapkan rumbia. Namun, adanya donasi dan donatur, bangunan vihara ini direnovasi menjadi permanen. Bahkan luasnya tanahnya juga bertambah. Halamannya sangat luas dan dapat menampung ratusan kendaraan roda empat. Untuk ruangannya vihara ini memiliki daya tampung hingga ratusan orang. Di altar ruangan utamanya terdapat patung dewa, lilin ukuran sangat besar dan tempat pembakaran Hio/Dupa.


Lokasi Vihara Gunung Timur Sakti ini berada di Jalan AR. Hakim No. 24, Sukaramai II, Kota Medan.


Nah, itulah beberapa tempat wisata religi yang terbuka untuk umum dan bisa Jofiers kunjungi. Gimana, sudah siap untuk berkeliling? Gas, dong! Jangan lupa untuk gunakan masker kemanapun kamu pergi. Semoga membantu. Terima kasih.


#jofiebakery #tempatibadah #wisatareligi #wisatabersejarah #beritamedan

2 views0 comments