Search

Menyambut Ulang Tahun, Ini Ciri Khas Kota Medan

Menyambut ulang tahun Kota Medan ke-432 tahun, Jofie bakal bahas beberapa ciri khas Kota Medan.


Medan merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang terkenal dengan keragaman budayanya. Mulai dari keberagaman agama, seni, tradisi, hingga etnis membuat Medan terasa istimewa karena kedamaian tetap terjaga di antara masyarakatnya.


Tidak hanya pada keberagaman budayanya, Medan semakin istimewa dengan beberapa fakta uniknya yang menarik. Kira-kira apa saja, ya? Yuk, kita lihat!


Surga Bagi Pecinta Durian



Berbicara kuliner di Medan, kamu akan dibuat puas dengan jajanan hingga sajian lainnya yang menggugah selera, seperti Soto Medan yang rasanya khas, Lemang, Lontong Medan, Mie Gomak dan yang lainnya.


Selain itu bagi kamu yang pecinta durian, kota Medan menjadi wilayah yang paling menggembirakan. Hal tersebut dikarenakan mudah sekali menemukan buah durian ini. Selain itu, buah yang tumbuh baik di daerah tropik ini memiliki cita rasa yang legit dengan aromanya yang tajam di Medan dan ukurannya yang besar.


Banyak kebun yang menanam buah durian di Kota Medan ini atau bahkan didatangkan dari kota-kota terdekat sehingga harga durian di sini tergolong murah. Untuk harga mulai dari Rp 10 ribu, Jofiers sudah mendapatkan satu buah durian, loh! Ketika musim panen durian datang, sudah pasti bagi pecinta durian akan merasa puas.


Rumah Bagi Seniman



Medan juga termasuk kota seniman terkenal dengan kota seniman. karena banyak pelaku seni yang berasal dari Medan. Mulai dari penyanyi, sineas, hingga penyair.


Salah satu seniman yang terkenal dari Medan adalah Chairil Anwar. Siapa yang tidak kenal seniman satu ini? Penyair yang dijuluki dengan sebutan “Si Binatang Jalang” dan terkenal lewat puisi-puisi romantis nan beraninya. Ia lahir di Medan pada tanggal 26 Juli 1922.


Kemudian, Joko Anwar. Seniman yang belakangan ini dikenal lewat film-film buatannya menembus Box Office dunia juga berasal dari Medan. Lalu, penyanyi yang memiliki suara emas lulusan ajang pencarian bakat seperti Maria Simorangkir, Lyodra Ginting, hingga si cantik yang pernah menjadi juara di ajang Miss Celebrity Indonesia yaitu Mawar Eva De Jongh dan saat ini lagunya telah banyak didengar di platform pemutaran musik.


Awal Mula Sejarah Catur



Olahraga catur merupakan salah satu olahraga yang ramai dimainkan oleh masyarakat Indonesia. Olahraga catur ini pertama kali dibawa oleh orang Belanda, sama seperti olahraga lainnya.


Bahkan di Tanah Karo, permainan catur ini sudah lama pula dikenal dengan nama Satur. Sudah sejak lama permainan ini sudah dimainkan dan populer, namun tidak satupun koran Belanda yang memberitakannya pada saat itu.


Pada tanggal 11 Juni 1940, salah satu surat kabar yang berada di Kota Medan, yaitu Sumatra Post pertama kali memuat kisah catur asli Tanah Karo. Artikel tersebut menuturkan dua lelaki yang berdialog tentang catur. Konon, bentuk hingga permainan catur di Medan diambil dari dua persilangan budaya Batak dan asing.


Logat dan Memiliki Bahasa Sendiri


Sering sekali orang-orang menganggap bahasa Medan dengan bahasa Batak. Padahal Medan memiliki bahasa sendiri yang terdiri dari bahasa campuran karena beragamnya penduduk di kota ini. Mulai dari bahasa Melayu, Batak, Karo, Jawa, Cina, Aceh, Padang, hingga India memberikan sentuhan di setiap masing-masing bagi bahasa Medan.


Seperti kosa kata yang digunakan juga sangat berbeda dengan bahasa pada umumnya atau bagi kita semacam dibalik-balik. Misalnya seperti mengatakan ‘Galon’ untuk menyebut ‘Pom Bensin’, ‘Motor’ diganti dengan ‘Kereta’, dan masih banyak kata unik lainnya.


Selain memiliki bahasa sendiri, Medan dikenal dengan aksen bicaranya yang selalu menyebut huruf e biasa menjadi e nada tinggi. Walaupun aslinya tidak begitu.


Pernah Jadi Ibu Kota Negara


Sesuai dengan sejarah Indonesia, negara ini pernah berdiri sebagai negara federasi bernama Republik Serikat atau negara federal dengan 7 negara bagian. Meskipun hanya berumur beberapa bulan (berlangsung dari Desember 1949 hingga Agustus 1950), hal tersebut tetap penting.


Salah satu negara bagian dari RIS adalah Sumatera dan Medan tentu saja menjadi ibu kota negara Sumatera.


Masyarakat yang Heterogen


Selain disebut sebagai kota metropolitan, sepertinya Kota Medan juga pantas diberi gelar Little Indonesia atau Indonesia Kecil. Sebab, disini kamu akan menemukan banyak sekali keberagaman. Tak hanya pada masyarakat yang tinggal, tapi juga tentang keagamaan, budaya dan sebagainya. Seperti kamu akan menemui banyak orang Jawa campur Tionghoa, Minangkabau sampai India Tamil atau India Indonesia.


Angkutan Raja Jalanan Medan


Angkutan umum atau yang sering disebut dengan angkot menjadi transportasi sehari-hari bagi orang Medan. Maka dari itu, jika siapapun yang berkunjung ke Medan, pasti kamu akan sering menemukan ragam jenis angkutan umum dengan ciri khasnya masing-masing.


Bangunan Tua Bersejarah



Kota Medan juga memiliki banyak peninggalan sejarah, seperti memiliki bangunan tua sisa-sisa peperangan. Berbagai macam tempat yang pernah digunakan dalam masa peperangan kini sudah berubah menjadi bangunan tua yang memiliki aset sejarah dan dimanfaatkan sebagai tempat wisata sejarah. Misalnya, Gedung London Sumatera, Istana Maimun, Bank Indonesia Medan, Mansion Tjong A Fie, dan yang lainnya.


Taman Reptil Terbesar di Indonesia



Selain memiliki wisata kuliner yang menarik, Kota Medan juga memiliki taman reptil terbesar di Indonesia yang berada di Taman Buaya Asam Kumbang. Dikatakan sebagai taman reptil terbesar karena disini ada lebih dari 2.000 ekor buaya dengan berbagai ukuran dan umur, loh! Lho Than Muk adalah seorang yang dibalik keberadaan penangkaran buaya ini.


Nah, itulah beberapa fakta unik tentang Kota Medan. Setelah membaca ini mungkin kamu akan semakin tertarik dan penasaran, ya? Sekali-kali boleh, dong, kunjungi kota ini. Semoga membantu. Terima kasih.


#jofiebakery #faktamedan #ultahmedan #ulangtahun #tamanreptilterbesar #kulinermedan #kotatuamedan #sejarahcatur #beritamedan

6 views0 comments